Download konstruksi embung PDF

Titlekonstruksi embung
File Size61.8 KB
Total Pages6
Document Text Contents
Page 1

77


Bab III Metodologi


Laporan Tugas Akhir
Perencanaan Embung di Desa Mriyan Kab Boyolali
Zulfan A M


BAB III

METODOLOGI


3.1 Tinjauan Umum
Dalam suatu perencanaan embung, terlebih dahulu harus dilakukan survey

dan investigasi dari lokasi yang bersangkutan guna memperoleh data yang

berhubungan dengan perencanaan yang lengakap dan teliti. Untuk mengatur

pelaksanaan perencanaan perlu adanya metodologi yang baik dan benar karena

metodologi merupakan acuan untuk menentukan langkah-langkah kegiatan yang

perlu diambil dalam perencanaan (Soedibyo, 1993). Dalam perencanaan embung

ini kami membuat metodologi penyusunan sebagai berikut :

Survey dan investigasi pendahuluan

Pengumpulan data

Analisa hidrologi

Perencanaan konstruksi embung

Stabilitas konstruksi embung

Perencanaan embung

Taksiran biaya



3.2 Aspek Hidrologi

Setiap perencanaan akan membutuhkan data-data pendukung baik data

primer maupun data sekunder (Soedibyo, 1993).

Data primer didapat dari pihak-pihak yang berkepentingan dan data-data aktual

lainnya yang berkaitan dengan kondisi saat ini.

Data sekunder yaitu data-data kearsipan yang diperoleh dari instansi terkait,

serta data-data yang berpengaruh pada perencanaan.

Dalam perencanaan embung di kawasan desa Mriyan kabupaten Boyolali

ini data-data yang dikumpulkan adalah :

Page 2

Bab III Metodologi


Laporan Tugas Akhir
Perencanaan Embung di Desa Mriyan Kab. Boyolali
Zulfan A M



78

1. Data topografi

Data ini digunakan untuk menentukan elevasi dan tata letak lokasi di mana

akan didirikan embung.

2. Data geologi

Data ini digunakan untuk mengetahui karakteristik batuan yang berguna untuk

merencanakan struktur bendungan.

3. Data hidrologi

Data ini berupa data klimatologi, evapotranspirasi dan data-data pendukung

lainnya.

4. Data tanah

Data tanah ini diperlukan untuk merencanakan pondasi yang akan dipakai,

data ini berupa data mekanika tanah yang meliputi (Das, 1985):

• Sudut geser dalam (φ )

• Nilai kohesi (c)

• Kadar air (w)

• Berat isi tanah kering (γb)

• Spesifik graviti (Gs)



3.3 Metodologi Perencanaan Embung

Metode perencanaan digunakan untuk menentukan langkah-langkah yang

akan dilakukan dalam perencanaan Embung di desa Mriyan kabupaten Boyolali.

Adapun metodologi perencanaan yang digunakan adalah :

Page 3

Bab III Metodologi


Laporan Tugas Akhir
Perencanaan Embung di Desa Mriyan Kab. Boyolali
Zulfan A M



79

a. Identifikasi Masalah

Untuk dapat mengatasi permasalahan secara tepat maka pokok permasalahan

harus diketahui terlebih dahulu. Solusi masalah yang akan dibuat harus mengacu

pada permasalahan yang terjadi.

b. Studi Literatur

Studi literatur ini dilakukan untuk mendapatkan acuan dalam analisis data

perhitungan dalam perencanaan embung.

c. Pengumpulan Data

Data digunakan untuk mengetahui penyebab masalah dan untuk merencanakan

embung yang akan dibuat. Selain itu pengumpulan data dilakukan dengan

wawancara langsung dengan narasumber dari instansi terkait (PSDA) untuk

pemecahan masalah.

d. Analisa Data

Data yang telah didapat diolah dan dianalisis sesuai dengan kebutuhannya.

Masing-masing data berbeda dalam pengolahan dan analisanya. Dengan

pengolahan dan analisa yang sesuai maka akan diperoleh variabel-variabel yang

akan digunakan dalam perencanaan embung.

e. Perencanaan Konstruksi

Hasil dari analisa data digunakan untuk menentukan perencanaan konstruksi

embung yang sesuai, dan tepat disesuaikan dengan kondisi-kondisi lapangan yang

mendukung konstruksi embung tersebut.

f. RAB dan Gambar

Biaya pembuatan embung yang direncanakan disusun secara rinci dalam Rencana

Anggaran Biaya dan bangunan yang telah diperhitungkan dimensinya,

diwujudkan dalam gambar yang jelas dalam skala yang ditentukan.

Page 4

Bab III Metodologi


Laporan Tugas Akhir
Perencanaan Embung di Desa Mriyan Kab. Boyolali
Zulfan A M



80

3.4 Stabilitas Konstruksi Embung

Dalam perencanaan konstruksi embung perlu adanya pengecekan apakah

konstruksi tersebut sudah aman dari pengaruh gaya-gaya luar maupun beban yang

diakibatkan dari konstruksi itu sendiri (Sosrodarsono, 1984). Untuk itu perlu

adanya pengecekan stabilitas konstruksi pada tubuh bendungan. Selanjutnya

berdasarkan gaya-gaya yang bekerja tersebut bendungan dikontrol terhadap tiga

penyebab runtuhnya bangunan gravitasi. Tiga penyebab runtuhnya bangunan

gravitasi adalah gelincir, guling dan erosi bawah tanah (Soedibyo, 1993).

Page 5

Bab III Metodologi


Laporan Tugas Akhir
Perencanaan Embung di Desa Mriyan Kab. Boyolali
Zulfan A M



81

MULAI

ANALISA
HIDROLOGI

PERENCANAAN
DIMENSI EMBUNG

AB

TIDAK

YA

IDENTIFIKASI MASLAH

STUDI PUSTAKA

SURVEY LAPANGAN DAN
INVESTIGASI

(PENGUMPULAN DATA)

CHECK
KELENGKAPAN

DATA

ANALISA
DATA

ANALISA
TOPOGRAFI

ANALISA
GEOLOGI

ANALISA
DATA TANAH

ANALISA DATA
KEB. AIR

Topografi

Kegunaannya untuk
menentukan elevasi &

tata letak lokasi
dimana akan didirikan

embung

Data Geologi

Kegunaannya untuk
mengetahui

karakteristik batuan
yang berguna untuk

merencanakan
struktur bangunan

Data Hidrologi

Kegunaannya untuk
mengetahui data
klimatologi,data

evaporasi dan data-
data pendukung

lainnya

Data keb. Air

Kegunaannya
untuk mencari

volume
embung yang

diperlukan,

Data Tanah

Kegunaannya untuk
merencanakan pondasi
yang akan digunakan
dalam perencanaan

embung

YA

Similer Documents