Download laporan praktikum Kimia Organik PDF

Titlelaporan praktikum Kimia Organik
File Size997.7 KB
Total Pages10
Document Text Contents
Page 5

Rf=
Jarak yang ditempuhsampel
Jarak yangditempuh pelarut

Jarak eluen = 3,4 cm

Fraksi 1 = 0,9 cm Rf=0,9/3,4=0,26

Fraksi 2 = 1,3 cm Rf=1,3/3,4=0,38

Fraksi 3 = 1,0 cm Rf=1,0/3,4=0,29

Fraksi 4 = 1,0 cm Rf=1,0/3,4=0,29

Fraksi 5 = 1,05 cm Rf=1,05/3,4=0,31

B. Pewarna Makanan

Pewarna Rf
Biru

pekat 0,25
biru

muda 0,31
jingga 0,34
kuning 0,36

 Percobaan 6

Rf=
Jarak yang ditempuhsampel
Jarak yangditempuh pelarut

A. TLC kurkumin

Eluen 1 : Rf =1,8/3=0,6

Eluen 2 : Rf spot A = 0,083
Rf spot B = 0,2
Rf spot C = 0,43

B. TLC preparatif
Sampel yang diuji adalah sampel bagian teratas
Rf Spot A = 0,283
Rf spot B = 0,6

IV. Pembahasan

Sintesis nitrasi fenol

Reaksi nitrasi merupakansuatu reaksi substitusi elektrofilik dimana

terjadi reaksi substitusi atom H pada benzen oleh gugus nitro. Sintesis

nitrasi fenol dilakukan dengan reaksi substitusi elektrofilik aromatik.

Fraksi Rf
1 0.26
2 0.38
3 0.29
4 0.29
5 0.31

Page 7

dalam dua fasa yang berbeda. Zat terlarut di dalam fasa gerak mengalir

pada suatu fasa diam. Fasa gerak yang digunakan pada kromatografi yang

memakai silika gel sebagai fasa diam adalah suatu pelarut organik atau

campuran beberapa pelarut organik. Saat fasa gerak melalui permukaan

silika gel, fasa gerak akan membawa analit organik melalui partikel-

partikel pada fasa diam. Kuatnya ikatan analit dengan permukaan silika

gel ditentukan oleh kepolaran pelarut. Pada KLT, fasa diam yang

digunakan adalah pelat tipis, dan pada kromatografi kolom digunakan

silika gel sebagai fasa diam. Fasa gerak yang digunakan pada keduanya

adalah pelarut organik.

Pemisahan zat warna

Percobaan ini menggunakan pewarna makanan berwarna coklat.

Warna yang dihasilkan setelah dilakukan pemisahan ialah warna biru,

jingga dan kuning. Percobaan ini juga menggunakan larutan NaCl 1%

untuk memadatkan silika gel, karena NaCl menurunkan pH sehingga

merubah bentuk silika gel menjadi lebih padat. Untuk memisahkan pita

warna digunakan pelarut NaCl 1%, etanol-air (1:4), dan aqua dm. Eluen

yang digunakan berbeda-beda karena masing-masing warna hanya terikat

oleh pelarut yang berbeda.

Proses isolasi kurkumin

Pada isolasi kurkumin digunakan reagen diklorometana untuk

melarutkan kurkumin yang bersifat nonpolar, sama dengan diklorometana

yang juga bersifat nonpolar. Penambahan reagen n-heksana bertujuan

menjenuhkan larutan yang nantinya akan memadatkan residu dan

disaring menggunakan penyaringan vakum. Hasil penyaringan berupa

kurkumin.Proses pemisahan dilakukan dengan menggunakan KLT

preparatif. Dengan KLT praparatif akan terlihat perpisahan warna dan bisa

diidentifikasi senyawa yang terpisah dari kurkumin.

Penentuan Nilai Rf

Penentuan nilai Rf suatu standar analit pada KLT pada dasarnya

sama dengan penentuan nilai Rf dalam KK, dimana nilai Rf ditentukan

Page 8

dengan membandingkan jarak noda yang dihasilkan dari migrasi solvent/

pelarutnya dengan jarak sample/ standar. Nilai Rf menyatakan ukuran

daya pisah suatu zat dengan kromatografi planar (KK mapun KLT), dimana

jika nilai Rfnya besar berarti daya pisah zat yang dilakukan solvent

(eluenya) maksimum sedangkan jika nilai Rfnya kecil berarti daya pisah

zat yang dilakukan solvent (eluenya) minimum. Tidak munculnya noda

dalam percobaan kali ini dapat disebabkan oleh faktor – faktor yang

mempengaruhi nilai Rf seperti diatas, akan tetapi ada juga kemungkinan

lain misalnya noda yang tidak nampak, sehingga untuk menampakkan

noda tersebut harus direaksikan dengan reagen penampak warna berupa

ion logam transisi untuk membentuk kompleks, karena salah satu ciri

senyawa kompleks adalah berwarna akibat adanya bilangan koordinasi

dari atom pusatnya. Adapun untuk identifikasi dan deteksi zat setelah

terbentuknya noda dilakukan dengan beberapa cara misalnya; planimetri,

densitometri, spektrofotometri, dan fluorensis, dimana masing – masing

alat tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang jika dijabarkan

akan lebih panjang dan rumit karena dihubungkan dengan proses

penggunaanya.

Hasil Percobaan

Pada uji KLT fraksi fraksi nitrofenol, noda yang di dapatkan tidak

terlalu jelas, hal ini disebabkan karena sampel yang dimasukkan ke dalam

kolom terlalu sedikit sehingga warna fraksi yang keluar tidak terlalu jelas.

Kemudian, pada uji KLT pewarna makanan, setelah di kasih eluen, yang

warna kuning menghilang dan sangat tidak jelas keberadaannya, hal ini

mungkin disebabkan karena tidak tepatnya pemilihan pelarut dan

ketidaktelitian saat menyaring dan mengambil fraksi. Untuk isolasi

kurkumin dari kunyit, seharusnya noda yang dihasilkan hanya satu, tetapi

kami mendapatkan ada dua noda yang terbentuk. Hal ini disebabkan

karena penyaringan yang sebentar sehingga menyebabkan serbuk

kurkumin yang masih basah, tidak hati-hati saat penyaringan sehingga

menyebabkan adanya zat lain yang masuk, dan ketidaktelitian. Dalam

Page 9

percobaan kali ini sangat diperlukan kemampuan yang cukup handal agar

mendapatkan hasil yang maksimal.

V. Kesimpulan
Dari pengolahan data yang telah dilakukan di atas maka didapatkan

:
1. Nilai Rf dari noda-noda yang diperoleh pada pemisahan dan

pemurnian nitrofenol.

2. Nilai Rf dari noda- noda yang muncul pada

pemisahan zat pewarna makanan.

Pewarna Rf
Biru

pekat 0,25
biru

muda 0,31
jingga 0,34
kuning 0,36

3. Nilai Rf dari noda-noda TLC kurkumin dan TLC preparatif pada

percobaan isolasi kurkumin dari kunyit.
TLC kurkumin

Eluen 1 : Rf =1,8/3=0,6

Eluen 2 : Rf spot A = 0,083
Rf spot B = 0,2
Rf spot C = 0,43

TLC preparatif
Sampel yang diuji adalah sampel bagian teratas
Rf Spot A = 0,283

Rf spot B = 0,6

VI. Daftar Pustaka
Bird, E. W. dan Sturtevant, F. (1992). Extraction of FD&C dyes

from
common food sources: Their separation utilizing column
chromatography. J. Chem. Educ., 69 (12), p 996

Fraksi Rf
1 0.26
2 0.38
3 0.29
4 0.29
5 0.31

Similer Documents