Download laporan skenario 2 geriatri PDF

Titlelaporan skenario 2 geriatri
File Size335.1 KB
Total Pages31
Document Text Contents
Page 15

15


Akibat penting dari penelitian dinamik untuk tidur adalah deskripsi yang

lebih sistematik dari gangguan tidur. Klasifikasi oleh Association of Sleep

Disorder Centers pada tahun 1999 dianggap komprehensif dan bermanfaat secara

praktis. Gangguan tidur yang berat pada usia lanjut dibagi menjadi :

1. Gangguan memulai dan mempertahankan tidur (disorders of

initiating and maintaining sleep = DIMS)

2. Gangguan mengantuk berlebihan (disorders of excessive

somnolence = DOES)

3. Gangguan siklus tidur – jaga (disorders of the sleep – wake

cycle)

4. Perilaku tidur abnormal (abnormal sleep behaviour,

parasomnias)

Gangguan memulai dan mempertahankan tidur atau insomnia berkaitan

dengan gangguan klinik sebagai berikut :

1. Apnea tidur, terutama apnea tidur sentral

2. Mioklonus yang berhubungan dengan tidur berjalan,

gerakan mendadak pada tingkat yang berulang, stereotipik, unilateral atau

bilateral, keluhan berupa “tungkai gelisah” (restless leg), tungkai kaku

waktu malam, neuropatia atau miopatia dan defisiensi asam folat dan besi.

3. Berbagai konflik emosional dan stress merupakan penyebab

psikofisiologik dari insomnia.

4. Gangguan psikiatrik berat terutama depresi seringkali

menimbulkan bangun terlalu pagi dan dapat bermanifestasi sebagai

insomnia dan hipersomnia. Depresi endogen berkaitan dengan onset dini

dari tidur REM dan dapat diperbaiki secara dramatis dengan obat

antidepresan.

5. Keluhan penyakit-penyakit organik, misalnya nyeri karena

arthritis, penyakit keganasan, nocturia, penyakit hati atau ginjal dan sesak

napas dapat mengakibatkan bangun berulang pada tidur malam.

6. Sindrom otak organik yang kronik seringkali menimbulkan

insomnia. Penyakit Parkinson terganggu tidurnya 2-3 jam. Pasien

Page 30

30


BAB IV

PENUTUP



A. Simpulan

1. Pasien geriatri adalah pasien berusia lanjut (> 60 tahun) dengan penyakit

majemuk (multipatologi) akibat gangguan fungsi jasmani dan rohani,

kondisi sosial yang bermasalah.

2. Skenario 2 ini belum dapat didiagnosis secara pasti, dikarenakan kondisi

multipatologi, namun didapatkan inkontinensia urin, inkontinensia alvi,

riwayat stroke, dll, sehingga membutuhkan informasi yang lebih rinci dan

jelas untuk memberikan intervensi pengobatan.

3. Pemeriksaan-pemeriksaan pada geriatri sangatlah diperlukan untuk

menentukan diagnosis penyakit yang ada pada di skenario ini.



B. Saran

1. Pada pasien Geriatri pemakaian obat yang banyak (polifarmasi) sebaiknya

diawasi dengan baik, sebab lebih sering terjadi efek samping, interaksi,

toksisitas obat, dan penyakit iatrogenik, lebih sering terjadi peresepan obat

yang tidak sesuai dengan diagnosis penyakit dan berlebihan, serta

ketidakpatuhan menggunakan obat sesuai dengan aturan pemakaiannya.

2. Sebagai Dokter umum, harus mengetahui kompetensi apa saja yang harus

dikuasai untuk pasien Geriatri dan memberikan penatalaksanan sesuai

prioritas dan pertimbangan agar tidak terjadinya polifarmasi.

3. Perlu pemeriksaan penunjang lebih lanjut untuk memberikan

penatalaksanaan yang tepat bagi pasien.

Page 31

31


DAFTAR PUSTAKA



Direktorat Kesehatan Jiwa. (1982) Pedoman Pengelolaan Jiwa dan Diagnosis

Gangguan Jiwa di Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Goetz CG. (2007) Cerebrovascular Diseases. In : Goetz: Textbook of Clinical

Neurology, 3rd ed. Philadelphia : Saunders

Gunadi H.(1984). Problematik Usia Lanjut Ditinjau Dari Sudut Kesehatan Jiwa.

Jakarta: Jiwa XVII (4):89-97.

Pranaka K. (2010) Buku Ajar Boedhi Darmojo Geriatri(Ilmu Kesehatan Usia

Lanjut) edisi ke 4.Jakarta: Balai Penerbit FKUI

Pudjiastuti SS (2003). Fisioterapi pada Lansia. Jakarta: EGC

Roger Watson (2003).Perawatan pada Lansia.Jakarta:EGC.

Ropper AH, Brown RH. (2005) Cerebrovascular Diseases. In : Adam and

Victor’s Priciples of Neurology. Eight edition. New York : Mc Graw-Hill

Setiati S. dan Pramantara I.D.P. (2007). Inkontinensia Urin dan Kandung Kemih

Hiperaktif dalam Sudoyo A.W., Setiyohadi B., Alwi I., Simadibrata K M.,

Setiati S. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Ed.IV. Jakarta: Pusat

Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. hal: 1392-9

Siti, Maryam R, dkk. (2008). Mengenal Usia Lanjut dan Penangannya. Jakarta:

Salemba Medica.

Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, et al. (2009). Buku

ajar ilmu penyakit dalam. Edisi 5. Jakarta: Interna Publishing.

Wahit Iqbal Mubarak, dkk. (2006). Buku Ajar Ilmu Keperawatan Komunitas 2

Teori dan Aplikasi dalamPraktek dengan Pendekatan Askep Komunitas,

Gerontik dan Keluarga.Jakarta: Sagung Seto.

Similer Documents