Download Pengertian Kolom,balok dan pelat lantai.docx PDF

TitlePengertian Kolom,balok dan pelat lantai.docx
File Size388.2 KB
Total Pages15
Table of Contents
                            Pengertian Kolom, Balok, dan Dinding untuk Bangunan Berlantai 2 Atau Lebih
Pengertian tentang Konstruksi Pelat Lantai Beton
                        
Document Text Contents
Page 14

Pengertian tentang Konstruksi Pelat Lantai Beton

Pelat lantai adalah struktur bangunan yang bukan berada di atas tanah secara
langsung. Artinya pelat lantai merupakan lantai yang terletak di tingkat dua,
tingkat tiga, tingkat empat, dan seterusnya. Dalam pembuatannya, struktur ini
dibingkai oleh balok beton yang kemudian ditopang kolom-kolom bangunan.

Pembuatan struktur pelat lantai harus memperhatikan ukuran ketebalan pelat
tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain besar lendutan yang
diijinkan, lebar bentangan atau jarak antar-balok pendukung, dan bahan material
yang digunakan. Tingkat ketebalan minimum dari pelat lantai yaitu 12 cm
menggunakan tulang berupa 2 lapis besi beton berdiameter 10 mm dan berjarak
10 cm pada lokasi momen maksimum, serta 2 lapis besi beton berdiameter 10
mm dan berjarak 20 cm pada lokasi momen minimum Berdasarkan bahan
material penyusunnya, terdapat 3 macam pelat lantai yaitu pelat lantai kayu,
pelat lantai beton, dan pelat lantai kayu semen.

1. Pelat Lantai Kayu

Pelat lantai kayu ialah pelat lantai yang terbuat dari kayu. Papan kayu yang
dipakai umumnya memiliki ukuran lebar 20-30 cm, tebal 2-3 cm, dan panjang
menyesuaikan. Papan-papan ini didukung oleh balok yang berukuran 8/12, 8/14,
atau 10/14 dengan jarak 60-80 cm. Untuk bentangan 3-3,5 cm, balok kayu ini
bisa dipasang di atas pasangan bata 1 batu atau balok beton agar daya dukung
dan kekuatannya semakin tinggi.

Kelebihan pelat lantai kayu di antaranya anggaran yang dikeluarkan relatif
murah, gampang dibuat, dan bobotnya cukup ringan. Di sisi lain, kekurangannya
yaitu hanya bisa diterapkan di konstruksi sederhana, bersifat permeable,
gampang terbakar, tidak bisa dilapisi ubin, cenderung tidak awet, dan
terpengaruh cuaca.

2. Pelat Lantai Beton

Persyaratan pelat lantai yang dibuat dengan beton bertulang tercantum dalam
buku SNI I beton 1991 yang meliputi ukuran ketebalan minimal pelat untuk lantai
adalah 12 cm dan pelat untuk atap yaitu 7 cm. Pelat beton harus diisi tulangan
baja lunak atau baja sedang yang ditumpuk silang dengan diameter minimum 8
mm. Pelat lantai yang mempunyai ketebalan lebih dari 25 cm wajib disokong
tulangan baja rangkap di atas dan bawah.

Perhatikan jarak ideal tulangan pokok berkisar antara 2,5-20 cm atau 2 kali tebal
pelat. Untuk melindunginya dari korosi, tulangan-tulangan baja tersebut juga
harus terbungkus beton dengan ketebalan minimal 1 cm. Beton terbuat dari
campuran semen, pasir, kerikil, air, dan admixture dengan perbandingan
tertentu.

3. Pelat Kayu Semen

http://arafuru.com/sipil/material-material-yang-menyusun-beton-bertulang.html
http://arafuru.com/sipil/cara-menghitung-volume-balok-beton-pelat-lantai-dan-kolom.html
http://arafuru.com/sipil/pengertian-tentang-konstruksi-pelat-lantai-beton.html

Similer Documents