Download SNI 19-7119.7-2005 (SO2 pararosanilin - Ambien).pdf PDF

TitleSNI 19-7119.7-2005 (SO2 pararosanilin - Ambien).pdf
File Size117.9 KB
Total Pages17
Document Text Contents
Page 1

Standar Nasional Indonesia


SNI 19-7119.7-2005




















Udara ambien – Bagian 7 : Cara uji kadar sulfur
dioksida (SO2) dengan metoda pararosanilin

menggunakan spektrofotometer























ICS 13.040.20






Badan Standardisasi Nasional

Page 8

SNI 19-7119.7-2005

4 dari 13

4.2.12 Larutan asam fosfat (H3PO4) 3 M

Larutkan 205 mL H3PO4 85% ( 1,69 g/mL) ke dalam labu ukur 1000 mL yang berisi
kurang lebih 300 mL air suling, encerkan sampai tanda tera, lalu homogenkan.

CATATAN Larutan ini stabil selama 1 tahun.

4.2.13 Larutan induk pararosanilin hidroklorida (C19H17N3.HCl) 0,2%

Larutkan 0,2 g pararosanilin hidroklorida ke dalam labu ukur 100 mL, encerkan dengan
larutan HCl 1 M sampai tanda tera, lalu homogenkan.


4.2.14 Penentuan kemurnian pararosanilin

a) Pipet 1 mL larutan induk pararosanilin masukkan ke dalam labu ukur 100 mL dan

encerkan dengan air suling sampai tanda tera, lalu homogenkan.
b) Pipet 5 mL larutan diatas dan 5 mL larutan penyangga asetat ke dalam labu ukur 50

mL dan encerkan dengan air suling sampai tanda tera, lalu homogenkan.
c) Setelah 1 jam ukur serapannya pada panjang gelombang 540 nm dengan

spektrofotometer.
d) Hitung kemurnian larutan induk pararosanilin dengan rumus sebagai berikut:



W
21,3A

M


dengan pengertian:

M adalah kemurnian pararosanilin (%);
A adalah serapan larutan pararosanilin;
W adalah berat pararosanilin yang digunakan untuk membuat 50 mL larutan
induk pararosanilin (g);
21,3 adalah tetapan untuk mengubah serapan ke berat.


CATATAN Kadar kemurnian larutan induk pararosanilin, sekurang-kurangnya harus 95%.

4.2.15 Larutan kerja pararosanilin

a) Masukkan 40 mL larutan induk pararosanilin ke dalam labu ukur 500 mL, (bila

kemurnian larutan induk pararosanilin lebih kecil dari 100% tambahkan setiap
kekurangan 1% dengan 0,4 mL larutan induk pararosanilin).

b) Tambahkan 50 mL larutan asam fosfat 3 M.
c) Tepatkan hingga tanda tera dengan air suling lalu homogenkan.


CATATAN Larutan ini stabil selama 9 bulan.


4.2.16 Larutan formaldehida (HCHO) 0,2% v/v

Pipet 5 mL HCHO 36% - 38% (v/v) dan masukkan ke dalam labu ukur 1000 mL, encerkan
dengan air suling hingga tanda tera lalu homogenkan.

CATATAN Larutan ini disiapkan pada saat akan digunakan.

Page 9

SNI 19-7119.7-2005

5 dari 13

4.2.17 Larutan penyangga asetat 1 M (pH = 4,74)

a) Larutkan 13,61 g natrium asetat trihidrat (NaC2H5O2.3H2O) ke dalam labu ukur 100 mL

dengan 50 mL air suling.
b) Tambahkan 5,7 mL asam asetat glasial (CH3COOH), dan encerkan dengan air suling

sampai tanda tera, lalu homogenkan.

4.3 Peralatan

a) peralatan pengambilan contoh uji SO2 sesuai gambar 2 dan 3 (setiap unit peralatan

disambung dengan selang silikon dan tidak mengalami kebocoran)
1) gambar 2 untuk pengambilan contoh uji 1 jam;
2) gambar 3 untuk pengambilan contoh uji 24 jam.

b) labu ukur 50 mL; 100 mL; 250 mL; 500 mL dan 1000 mL;
c) pipet volumetrik 1 mL; 2 mL; 5 mL dan 50 mL;
d) gelas ukur 100 mL;
e) gelas piala 100 mL; 250 mL; 500 mL dan 1000 mL;
f) tabung uji 25 mL;
g) spektrofotometer UV-Vis dilengkapi kuvet;
h) timbangan analitik dengan ketelitian 0,1 mg;
i) buret 50 mL;
j) labu erlenmeyer asah bertutup 250 mL;
k) oven;
l) kaca arloji;
m) termometer;
n) barometer.
o) pengaduk; dan
p) botol pereaksi.





Gambar 1 Botol penjerap midget impinger




Keterangan gambar:

A adalah ujung silinder gelas yang berada

di dasar labu dengan maksimum
diameter dalam 1 mm;


B adalah botol penjerap midget impinger

dengan kapasitas volum 50 mL;

C adalah ujung silinder gelas yang berada

di dasar labu dengan maksimum
diameter dalam 1 mm;


D adalah botol penjerap midget impinger

dengan kapasitas volum 30 mL.

Page 17

SNI 19-7119.7-2005

13 dari 13

Bibliografi



Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian
Pencemaran Udara. BAPEDAL.

Lodge, James. 1988, Methods of air sampling and analysis, Third edition, APHA.
Washington.

Anonim, 1994, ISO Standard Conpendium Environment Air Quality, First edition.

Similer Documents