Download Toksin yang dihasilkan oleh Bakteri GramPositif PDF

TitleToksin yang dihasilkan oleh Bakteri GramPositif
File Size1.5 MB
Total Pages37
Document Text Contents
Page 18

mikroorganisme ini telah menarik banyak perhatian dan menjadi

salah satu penyebab keracunan pada pangan yang termasuk sering

ditemukan. Sekitar 5% dari semua kasus keracunan pangan di

Eropa tahun 1990 yang telah dilaporkan ke World Health

Organization Survaillance Programme disebabkan oleh Bacillus

cereus (WHO, 1990). Menurut data kasus jumlah minimal

Bacillus cereus yang dapat menimbulkan keracunan pada pangan

adalah sekitar 105 sel/gram pangan (CDCP,1979).

Bacillus cereus merupakan golongan bakteri gram positif

(bakteri yang mempertahankan zat warna kristal violet sewaktu

proses pewarnaan gram), aerob fakultatif (dapat menggunakan

oksigen tetapi dapat juga menghasilkan energi secara anaerobik),

dan dapat membentuk spora (endospora). Spora Bacillus cereus

lebih tahan pada panas kering dari pada pada panas lembab dan

dapat bertahan lama pada produk yang kering. Selnya berbentuk

batang besar (bacillus) dan sporanya tidak membengkakkan

sporangiumnya.


Gambar Mikroskospik Bacillus cereus



Sifat-sifat dan karakteristik-karakteristik lainnya, termasuk

sifat-sifat biokimia, digunakan untuk membedakan dan

menentukan keberadaan Bacillus cereus, walaupun sifat-sifat ini

juga dimiliki oleh Bacillus cereus var. mycoides, Bacillus

thuringiensis dan Bacillus anthracis. Organisme-organisme ini

dapat dibedakan berdasarkan pada motilitas / gerakan

(kebanyakan Bacillus cereus motil / dapat bergerak), keberadaan

kristal racun (pada Bacillus thuringiensis ), kemampuan untuk

menghancurkan sel darah merah (aktivitas hemolytic) (Bacillus

cereus dan lainnya bersifat beta haemolytic sementara Bacillus

anthracis tidak bersifat hemolytic), dan pertumbuhan rhizoid

(struktur seperti akar), yang merupakan sifat khas dari Bacillus

cereus var. mycoides .

Beberapa strain dari Bacillus cereus bersifat patogen dan

berbahaya bagi manusia karena dapat menyebabkan foodborne

Page 36

Daftar Pustaka



Ardic, N., Sareyyupoglu, B., Ozyurt, M., Haznedaroglu, T., Ilga, U., 2006.

Investigation of aminoglycoside modifying enzyme genes in methicillin-

resistant staphylococci. Microbiol. Res. 161, 49–54.

Cherington M (1998) Clinical spectrum of botulism. Muscle Nerve, 21: 701-710.

Ezzell, J.W., Jr.; Welkos, S.L. The capsule of Bacillus anthracis, a review. J.

Appl. Microbiol., vol. 87, no. 2, p. 250, Aug 1999.

Hatheway CL (1995) Botulism: The present status of the disease. Curr Top

Microbiol Immunol, 195: 55-75.

Hauschild AHW, Gauvreau L (1985) Food-borne botulism in Canada, 1971-84.

Can Med Assoc J.133:1141-1146.

Jawetz, E., J.L. Melnick., E.A. Adelberg., G.F. Brooks., J.S. Butel., dan

L.N.Ornston. 1995. Mikrobiologi Kedokteran. Edisi ke-20 (Alih bahasa :

Nugroho & R.F.Maulany). Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

hal.211,213,215.

Lecour H, Ramos MH, Almeida B, Barbosa R (1988) Food-borne botulism – a

review of 13 outbreaks. Arch Intern Med, 148: 578-580.

MacDonald KL, Cohen ML, Blake PA (1986) The changing epidemiology of

adult botulism in the United States. Am J Epidemiol, 124(5): 7949.

Mechem CC & Walter FG (1994) Wound botulism. Vet Human Toxicol, 36(3):

233-237.

Mee-Marquet, N.V., Blanchard, M., Domelier, A.S., Quentin, R., Survey Study

Group of the Relais d´ Hygie`ne du Centre, 2004. Virulence and

antibiotic susceptibility of Staphylococcus aureus strains isolated from

various origins. Pathol. Biol. 52, 579–583.



Monday, S.R., Bohach, G.A., 1999. Use of multiplex PCR to detect classical and

newly described pyrogenic toxin genes in staphylococcal isolates. J. Clin.

Microbiol. 37, 3411–3414.

Pesavento, G., Ducci, B., Comodo, N., Nostro, A.L., 2007. Antimicrobial

resistance profile of Staphylococcus aureus isolated from raw meat: a

research for methicillin resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Food

Control 18, 196–200.

Prevot AR (1953) Rapport d'introduction du Président du Sous-Comité

Clostridium pour l'unification de la nomenclature des types toxigeniques

de C. Botulinum. Int Bull Bacteriol Nomenclature, 3:120-123

Ryan, K.J., J.J. Champoux, S. Falkow, J.J. Plonde, W.L. Drew, F.C. Neidhardt,

and C.G. Roy. 1994. Medical Microbiology An Introduction to Infectious

Diseases. 3 rd ed. Connecticut: Appleton&Lange. p.254.

Shapiro RL, Hatheway C, Swerdlow DL (1998) Botulism in the United States: a

clinical and epidemiologic review. Ann Intern Med, 129(3): 221-228.

Similer Documents